.

Jumat, 21 Desember 2012

Latih Timnas U-23, RD Tunggu Surat Resmi KONI



MALANG, Live News Footbal - Setelah muncul keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) 
pusat, yang memilih Rahmad Dharmawan menjadi pelatih tim nasional U-23 yang akan dipersiapkan di SEA Games 2013, pelatih Arema Indonesia itu mengaku masih menunggu surat resmi soal penunjukannya.

"Saya belum bisa memberikan statement soal penunjukan saya sebagai pelatih timnas U-23 untuk persiapan SEA Games 2013. Saya menunggu surat dulu. Saya belum berani statement," kata pelatih yang akrab dipanggil RD itu, usai memimpin latihan Arema ISL, di Malang, Jawa Timur, Jumat (21/12/2012).

Menurut RD, jika belum ada surat resmi dari KONI Pusat, dia akan fokus menangani tim Arema ISL dulu.

Sementara, saat ditanya soal formasi ideal timnas U-23 nantinya, RD berharap harus tim tersebut bisa diisi oleh pemain terbaik yang dimilik berbagai klub di Indonesia. "Pihak federasi sepakbola di Indonesia harus memfasilitasi hal itu, demi suksesnya sepakbola Indonesia ke depan. Sepakbola itu tergantung materi pemainnya. Jika bagus akan bisa juara," katanya.

Ditanya soal dualisme antara PSSI dan KPSI, RD mengatakan, siapapun pelatih timnas nantinya harus didukung dan dimanfaatkan dengan baik oleh semua pihak. "Jaga kebersamaan, jangan mementingkan ego masing-masing kelompok dan individu. Timnas harus fokus dan didukung semua kalangan," tegasnya.

RD sendiri, secara resmi dipilih oleh KONI pusat sebagai pelatih Timnas U-23 untuk menuju SEA Games 2013 mendatang. Hal itu secara resmi disampaikan oleh Tono Suratman, Ketua KONI selaku Pengendali Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

Menurutnya, KONI punya kebijakan menyiapkan SEA Games. "Kami telah menunjuk Rahmad Dharmawan sebagai pelatih Timnas SEA Games 2013," kata Tono, di Jakarta, Kamis (20/12/2012) kemarin.

Minggu, 09 Desember 2012

Aitor Karanka Puji Kegigihan Real Madrid

Aitor Karanka Puji Kegigihan Real Madrid

Karanka mengapresiasi usaha keras Madrid untuk melakoni comeback di kandang Valladolid.

Aitor Karanka and Jose Mourinho
Getty

OLEH   ALDI FIRMANSYAH
Asisten pelatih Real Madrid, Aitor Karanka, menyampaikan pujian buat para punggawa Los Merengues atas kegigihan yang mereka tunjukkan untuk menundukkan Real Valladolid 3-2.
Sang juara bertahan sempat tertinggal dua kali dari tuan rumah yang berstatus tim promosi dalam laga di Stadion Jose Zorrilla, Minggu (9/12), namun dua kali pula mereka menyamakan kedudukan lewat Karim Benzema dan Mesut Ozil, sebelum akhirnya gol kedua Ozil mengunci tiga angka penuh.
Meski mengakui Madrid membuat sejumlah kesalahan dalam mengantisipasi bola-bola mati, Karanka tak terlalu mempermasalahkannya. Ia lebih mengapresiasi usaha keras tim untuk melakoni comeback.
“Kami membuat kesalahan dalam situasi set-piece. Tapi yang perlu diingat adalah itu hanyalah keteledoran sesaat yang bisa dikoreksi dan yang lebih penting adalah kami bisa percaya diri dalam kemampuan tim untuk comeback, dengan dua kali menebus dua kesalahan,” tutur tangan kanan Jose Mourinho itu seusai laga seperti dilansir situs resmi klub.
“Kami berjuang dan membalikkan skor dalam pertandingan yang sulit dan penting.”
Kemenangan atas Valladolid membawa Los Merengues untuk sementara memangkas selisih menjadi delapan angka dengan Barcelona di puncak klasemen dan dan dua poin dengan Atletico Madrid di tempat kedua.
Kedua tim tersebut baru akan turun berlaga pada Senin (10/12) dinihari WIB. Los Colchoneros menjamu Deportivo La Coruna, sedangkan The Catalans bertamu ke rumah Real Betis

FX Hadi Rudyatmo: Bubarkan Saja PSSI & KPSI


FX Hadi Rudyatmo: Bubarkan Saja PSSI & KPSI

Kasus meninggalnya striker Persis Solo PT LI, Diego Mendieta mestinya menjadi pelajaran berharga, baik PSSI dan KPSI.

Petinggi PSSI (GOAL.com/Eric Noveanto)
Eric Noveanto
Kemelut dan perselisihan di tubuh organisasi sepak bola nasional tidak akan berakhir bila kepengurusan PSSI dan KPSI tidak dibubarkan. Ini menjadi satu-satunya solusi untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia. Dan, hanya FIFA yang diharapkan membubarkan PSSI dan KPSI.

FIFA memiliki otoritas tertinggi karena merupakan badan sepak bola dunia. FIFA punya kewenangan karena PSSI dan KPSI memang tidak profesional. Hal itu ditegaskan oleh FX Hadi Rudyatmo, mantan anggota Komite Normalisasi (KN). Kasus meninggalnya striker Persis Solo PT LI, Diego Mendieta mestinya menjadi pelajaran berharga, baik PSSI dan KPSI. Adanya dualisme kepengurusan dan dualisme kompetisi justru sangat merugikan pemain.

"Tidak ada cara yang tepat kecuali PSSI dan KPSI dibubarkan saja. Saya berharap FIFA melakukan hal itu. Setelah dibubarkan, dibentuk pengurus baru yang terbebas dari kepentingan kedua kelompok," kata Rudy, sapaannya.

Menurut Rudy yang juga menjabat sebagai Walikota Solo ini, perseteruan PSSI dan KPSI tidak pernah mencapai titik temu karena adanya berbagai kepentingan di dunia sepak bola. Mereka yang selama ini menyebut dirinya sebagai pembina sepak bola justru menjadi pelaku utama menghancurkannya. Karena dibiarkan berlarut-larut, maka sepak bola Indonesia bakal makin suram.

"Saya tidak membela siapa pun. Saya tidak mendukung PSSI atau KPSI. Saya hanya berharap semua menanggalkan kepentingan sendiri dan untuk Merah Putih," ujar Rudy.

FIFA sendiri sudah mempersiapkan sanksi bagi Indonesia. Bahkan FIFA sudah memberi batas waktu sampai 10 Desember. Ini berarti tinggal hitungan hari FIFA mem-banned Indonesia.


"Tidak masalah bila disanksi. Ini menjadi pelajaran bagi semua. Disanksi yang kemudian digunakan untuk membenahi kondisi internal sampai akhirnya sanksi itu dicabut," katanya lagi. (gk-51)

Sabtu, 08 Desember 2012

Jose Mourinho: Saya Punya Jiwa Menjelajah

Jose Mourinho: Saya Punya Jiwa Menjelajah

Bos berkebangsaan Portugal terkenal sebagai pelatih yang doyan berpindah-pindah klub dan dia mengaku hasrat mencari pengalaman baru sebagai latar belakangan hal tersebut. 

 

 Jose Mourinho
Getty

OLEH ALDI FIRMANSYAH
Entrenador Real Madrid Jose Mourinho mendapat label tidak loyal oleh media menyusul kebiasaannya berpindah klub, namun sang pelatih menegaskan mobiltasnya justru didasari hasrat ingin mencoba pengalaman baru.

Sejak mengawali karier kepelatihan bersama Benfica pada 2000, pelatih kelahiran 49 tahun ini telah berganti lima klub, termasuk FC Porto, Chelsea dan FC Internazionale.

"Saya memiliki jiwa navigator Portugal, saya suka pengalaman baru di tempat berbeda," ujarnya kepada Cabo Verde.

"Saya tak tahu apakah akan memiliki petualangan baru ke depannya, saya harus termotivasi 100 persen dan proyek yang ditawarkan harus tantangan baru."

Masa depan The Special One bersama ibu kota Spanyol mulai dipertanyakan setelah memenangi La Liga musim lalu dan klub kaya Prancis Paris Saint-Germain dikabarkan bakal menjadi pelabuhan berikutnya.

Roma, Milan Siap Gelar Euro 2020

Roma, Milan Siap Gelar Euro 2020

Wacana penyebaran tuan rumah Euro 2020 menarik minat Italia.

Giancarlo Abete (Getty Images)
Getty Images

OLEH   Aldi Firmansyah     Ikuti di twitter
Setelah Inggris dan Skotlandia menawarkan diri menjadi tuan rumah final Euro 2020, giliran presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Giancarlo Abete mengajukan opsi tambahan.

Abete menganggap dua kota di Italia, Roma dan Milan, layak untuk menggelar pertandingan-pertandingan Euro 2020.

"Roma menggelar final Liga Champions baru-baru ini, dan Milan seharusnya dipercaya untuk hal yang sama oleh Eksekutif (Komite Eksekutif UEFA) pada Maret mendatang," ungkap Abete kepada ANSA.

Abete menambahkan, "Italia siap menggelar Piala Eropa 2020, Roma dan Milan adalah kota-kota hebat yang mampu menggelar ajang sepenting itu."

Wacana tuan rumah bersama Euro 2020 menuai banyak pujian, dan selain Italia, Inggris, dan Skotlandia, Portugal dan Jerman juga menyatakan siap untuk menjadi salah satu tuan rumah.

Carlos Dunga: Timnas Spanyol Belum Terbaik Sepanjang Masa

Carlos Dunga: Timnas Spanyol Belum Terbaik Sepanjang Masa

Carlos Dunga menilai timnas terbaik sepanjang masa masih disandang oleh Brasil.

Carlos Dunga - Brasil (Getty Images)

OLEH Aldi Firmansyah
Mantan kapten tim nasional Brasil Carlos Dunga menilai timnas Spanyol masih belum dapat disebut sebagai tim terbaik sepanjang masa.

Dalam wawancara dengan TOI, Dunga menegaskan Spanyol masih belum layak menggantikan posisi Brasil sebagai timnas terbaik sepanjang masa.

"Spanyol hanya memenangi satu Piala Dunia dan mereka meraih sukses hanya selama empat tahun terakhir. Biarkan mereka meraih juara setidaknya dua Piala Dunia lagi dan kita dapat membicarakan mereka," ujar Dunga.

Dunga juga menilai kesuksesan di Piala Dunia tidak dapat digantungkan pada satu sosok seperti Lionel Messi di Argentina, Cristiano Ronaldo di Portugal ataupun Neymar di Brasil

"Individu tidak akan dapat memenangkan Anda di turnamen. Untuk meraih sukses, Anda butuh pemain bintang Anda dikelilingi oleh pemain-pemain berkualitas lainnya," ujarnya

"Ronaldo sangat bertalenta tetapi rekannya biasa. Messi lebih berpengalaman sekarang, sementara Neymar semakin percaya diri. Baik Brasil dan Argentina memiliki tim yang dapat mendukung pemain bintang mereka."

Dunga juga memberi komentar mengenai pelatih baru timnas Brasil Luiz Felipe Scolari dan juga tentang karir Neymar.

"Scolari adalah sosok yang tepat untuk Brasil saat ini. Dia memiliki pengalaman dan pengetahuan yang banyak mengenai sepakbola. Dia telah membawa tim menjadi juara Piala Dunia satu kali dan saya sangat yakin Big Phil akan datang dengan resep kemenangan lain," ujarnya.

"Dia memiliki profil seorang pemenang dan itu yang penting ketika melatih tim seperti Brasil. Saya yakin dia telah memiliki fondasi untuk skuat Piala Dunia 2014."

Sementara itu mengenai Neymar, "Dia harus pergi ke Eropa setelah Piala Dunia. Itu akan membantunya berkembang sebagai pemain," pungkasnya.

Julio Cesar Tegaskan Komitmennya Untuk QPR

Julio Cesar Tegaskan Komitmennya Untuk QPR

Julio Cesar berharap QPR mulai meraih kemenangan di bawah pelatih Harry Redknapp.

Julio Cesar - QPR 

Kiper Queens Park Rangers Julio Cesar menegaskan komitmennya untuk klub barunya tersebut.Seperti yang diketahui, saat ini QPR mengalami keterpurukan dan menduduki posisi juru kunci di klasemen sementara Liga Primer Inggris. Namun, Cesar mengaku masih nyaman di Loftus Road.

"Kontrak saya selama empat tahun dan saya harap saya akan berada di sini selama itu. Saya menyukai Tony Fernandes sejak pertama saya berbicara dengan dia. Dia orang tegas yang tahu apa yang dia inginkan," ujar Cesar kepada The Sun.

"Saya menikmati momen di klub terlepas buruknya situasi saat ini."

"Orang-orang di sini luar biasa dan atmosfernya bagus, mereka keluarga yang menyenangkan. Di luar lapangan semuanya bagus dan sempurna. Saya cinta London."

"Saya berharap kami mulai meraih kemenangan dengan pelatih baru, Harry Redknapp. Saya tidak memiliki banyak kesempatan untuk bekerja dengannya, tetapi dia memiliki reputasi yang bagus dan Anda menyadari dia memiliki pengaruh di tempat ini."